BERTAHUN-TAHUN AKU MELAKUKANNYA

BERTAHUN-TAHUN AKU MELAKUKANNYA


Oleh Elly Trianti Soetomo, S.Pd

Saya terbiasa membuka pembelajaran dengan kegiatan yang sudah tercatat rapi dalam perangkat ajar. Mulai dari mengucapkan salam, bertanya kabar, mengabsen siswa, yel-yel, ASALAM (ada sampah langsung ambil), pemberian motivasi, nasehat, hingga apersepsi dan menyampaikan tujuan pembelajaran. Rasanya susunan kegiatan pembuka tersebut sudah sangat tepat dengan prosedur dan kerap saya lakukan karena sesuai dengan Standart Operating Procedur (SOP) dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Merasa telah tepat melakukan runutan pembukaan selama berahun-tahun mengajar, hingga tersadarkan dengan pertanyaan, “Apakah benar setiap mulai pembelajaran harus seperti itu?” Tidak banyak memang waktu yang saya alokasikan untuk membuka pelajaran, hanya berkisar sepuluh menit saja. Namun setelah dihitung, diakumulasikan selama bertahun-tahun mengajar, sepuluh menit itu telah menjadi ratusanribu waktu dan sayangnya saya lupa mengevaluasi keefektifan dan korelasinya.

Berbeda hal ketika bosan melanda atau saya berpacu dengan waktu untuk mencapai targetan hari itu, jujur terkadang beberapa kegiatan pembuka akhirnya mendapat catatan free memory. Kemudian mencoba mengingat hampir semua siswa hafal dengan setiap pertanyaan di awal pembelajaran. Apakah ini tanda bahwa anak-anak sudah bosan dengan cara kita membuka pembelajaran? Apakah saya memulai sesuatu tanpa makna? Padahal sepuluh menit pertama adalah indikator keberhasilan seorang guru dalam memberikan pembelajaran hingga akhir. Sepertinya saya harus mencoba cara lain dalam membuka pembelajaran agar sejak awal siswa memiliki antusiasme dalam belajar, dan itu bertahan hingga akhir serta mengalami pembelajaran bermakna juga mendalam, tidak sekedar ketertarikan sesaat pada saat pengkondisian melalui ice breaking yang belum tentu juga berkaitan dengan materi serta tujuan pembelajaran yang harus didapatkan oleh siswa.

Dipaksa untuk berpikir cara membuka pembelajaran, rasanya seperti tertampar dan tersadarkan akan sesuatu yang telah terlewatkan. Sebagai seorang pendidik, sejatinya kita harus cerdas, inovatif, dan kreatif dalam mengantarkan dan membangun inkuiri pemahaman serta transfer pembelajaran. Terlebih dengan kurikulum yang berlaku saat ini, yaitu Kurikulum Merdeka, seorang guru haruslah memastikan setiap siswa merdeka menentukan tujuan pembelajaran yang ingin mereka capai. Ketertarikan siswa pada kegiatan pembuka tidak boleh temporal. Beberapa saat terpusat pada guru, untuk kemudian sibuk kembali dengan dunianya masing-masing.

Perhatian dan ketertarikan siswa untuk belajar harus dibangun sejak awal hingga akhir, bahkan memastikan setiap siswa mendapatkan haknya untuk memperoleh pembelajaran yang mendalam dan bermakna untuk kehidupan mereka. Kegiatan pembuka yang hanya sepuluh menit haruslah dapat memunculkan kesadaran atau keyakinan kepada setiap siswa, “Mengapa saya harus bersungguh-sungguh mempelajari materi ini?” Guru bukanlah penentu segalanya. Siswa harus dilibatkan berkenaan dengan tujuan yang ingin dicapai dari pembelajaran yang akan didapatkannya.

Ketika setiap siswa telah menemukan dan menentukan Big Why-nya sendiri, saya yakin pembelajaran akan jauh lebih efektif, menarik, dan siswa mendapatkan pengalaman belajar yang mendalam serta bermakna. Pembelajaran pun akan jauh lebih menyenangkan dan tidak akan membuat siswa merasa bosan. Bahkan bisa jadi setiap siswa menolak untuk berhenti belajar. Ma Syaa Allah luar biasa apabila proses yang menyenangkan itu dapat diterapkan oleh setiap pendidik dan dirasakan oleh peserta didik. Memikirkannya saja saya sudah takjub luar biasa. Sulit? Mungkin jika dibayangkan akan terasa sulit. Karena saya sudah bertahun-tahun terbiasa melakukan hal yang selama ini dianggap tepat.  Namun berubah merupakan tantangan untuk memperbaiki wajah Pendidikan di negeri tercinta, Indonesia. Pertanyaannya adalah, Apakah kita mau menjadi tersebut? Atau kita akan tetap berada di zona nyaman dengan tetap melakukan hal yang sama dan tidak melakukan perubahan apa pun. Saya pribadi merasa tertantang dan akan berusaha melakukan perubahan. Wallahu’alam bi showab.

MARKET DAY SDIT ALKARIMA

MARKET DAY SDIT ALKARIMA

Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur, SDIT ALKARIMA KUBU RAYA Gelar Market Day setiap Pekan

Salah satu tujuan dari pendidikan adalah membentuk watak, karakter, serta mengembangkan potensi peserta didik untuk menghadapi masa depannya. Sebagai lembaga yang menjalankan proses pendidikan, diantara kegiatan yang dilakukan dalam rangka membentuk karakter dan mengembangkan potensi peserta didik SDIT Alkarima Kubu Raya mengadakan kegiatan Market Day setiap pekan pada hari jumat.

Dijelaskan oleh Kepala SDIT Alkarima Kubu Raya, Syabandi, kegiatan Market Day diselenggarakan sebagai bentuk aplikasi penguatan pendidikan karakter di sekolah. Ada nilai religius, siswa dilatih untuk melakukan nilai-nilai kejujuran dalam proses jual beli sampai dengan laporan perolehan hasil. Wujud sikap mandiri dan gotong royong, anak-anak diberi kebebasan untuk mempersiapkan lapak, memilih, dan menjajakan barang dagangannya. Sekolah hanya memberi rambu-rambu bahwa yang dijual dalam bentuk jajanan makanan dan minuman yang sehat dan tidak mengandung banyak bahan pengawet dan penyedap rasa.

“Market Day ini salah satu program sekolah dan baru kali pertama dilaksanakan untuk mengenalkan jiwa enterpreneur kepada anak. Sebagai bekal anak-anak terjun ke masyarakat setelah lulus nanti. Memang sekolah memberikan keleluasaan kepada siswa dalam menyalurkan kreativitasnya,” jelas Syabandi.

 

Sedangkan ketua tim Entrepreneur SDIT Alkarima Kubu Raya, Yuniar menjelaskan pula pemilihan menu makanan dan minuman serta konsep pemasaran dan manajemen usaha diserahkan semuanya kepada siswa. Anak-anak diberi keleluasaan menggunakan halaman sekolah sebagai lokasi tempat usaha mereka dalam kegiatan Market Day tersebut. Hanya saja sekolah membagi peserta didik dalam hal jualan makanan dan minuman.

“Dalam kegiatan ini tidak ada intervensi dari guru atau sekolah. Anak-anak sendiri yang berkreatifitas keinginannya seperti apa, hanya saja peserta didik sudah dijadwalkan  untuk berjualan makanan atau minuman,” tandasnya.

 

 

“STUDENT’S QUR’ANIC DEVELOPMENT” SDIT ALKARIMA

“STUDENT’S QUR’ANIC DEVELOPMENT” SDIT ALKARIMA

SDIT Alkarima Gelar “STUDENT’S QUR’ANIC DEVELOPMENT” di Masjid Raya Mujahidin

Senin-Rabu (16-18/1), para peserta didik kelas 1-6 SDIT Alkarima Kubu Raya mengikuti kegiatan Student’s Qur’anic Development (SQP) dengan tema “Bestie Of Qur’an, Family Of Allah”. Kegiatan ini dilakukan dengan dengan tujuan memberikan motivasi dan semangat kepada siswa dalam belajar tahsin dan tahfidz Alquran. Karena Alqur’an adalah jalan menuju kesuksesan dunia dan akherat. Selain itu, kegiatan ini dapat menginspirasi guru serta orang tua untuk menjadikan anak-anaknya generasi qurani yang sukses dunia akhirat.

Student’s Qur’anic Development (SQP) ini adalah kegiatan yang rutin setiap tahun diadakan dalam upaya menanamkan kecintaan terhadap qur’an. Mudah-mudahan kebersamaan dan kecintaan Alqur’an bukan hanya sehari. Namun sebagai pijakan mengingatkan dan sebagai contoh. Untuk senantiasa tak bisa lepas. Keseharian selalu cinta dan berasama Alqur’an. Kata kepala SDIT Alkarima Kubu Raya, Syabandi.

Selain itu kata Syabandi, Alqur’an yang sudah kita hafal harus diamalkan dan praktekkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Mencintai, membersamai Alqur’an bukan sekedar menghafal dan membacanya. Namun bisa mengamalkannya. Menerapkan dalam kehidupan sehari-hari dalam setiap aspek kehidupan”, jelasnya.

Acara yang diadakan di Masjid Raya Mujahidin Pontianak ini, dimulai pukul 07.45 sampai 14.00. Diawali dengan Motivasi Qur’an, setelah itu murojaah juz yang telah dihafal dan menambah hafalan baru di sertai belajar Tahsin Qur’an metode WAFA di dampingi oleh guru Qur’an, dilanjutkan dengan Games Qur’an, dan diakhiri dengan pemberian reward. Para peserta didik sangat antusias dan senang dengan adanya kegiatan ini. Peserta didik menjadi lebih dekat dengan Al Quran dan dapat mengingat hafalan Al Quran yang telah dihafalkan. Membaca Al Quran itu menyenangkan dan membuat hati lebih tenang.

Dokter Cilik Kader Kesehatan Sekolah

Dokter Cilik Kader Kesehatan Sekolah

Dokter Cilik Menjadi Kader Kesehatan Sekolah

Kubu Raya: Sebagai salah satu sekolah penggerak di Kalimantan Barat, SDIT Alkarima Kubu Raya banyak mengembangkan pengetahuan dan pelatihan keterampilan terhadap para peserta didik tak hanya kemampuan akademik namun juga non-akademik termasuk pendidikan Dokcil (dokter Cilik.

Lewat dokter Cilik, Peserta didik dikenalkan tentang program UKS dan dokter, cara bersikap dan berperilaku hidup bersih dan sehat, serta mengajak teman-temannya untuk senantiasa membudayakan gaya hidup sehat, mengajak membudayakan Asalam (Ada Sampah Langsung Ambil). Harapannya mereka bisa menjadi kader-kader kesehatan cilik yang mampu memberikan edukasi pentingnya kesadaran atas kesehatan diri terhadap teman, keluarga maupun orang disekitarnya.

Kepala SDIT Alkarima Kubu Raya, Syabandi berharap dengan adanya para Dokter Cilik ini bisa menjadi contoh teladan dalam menjaga kebersihan sekolah terutama merubah menjadi berperilaku hidup bersih dan sehat.

“Alhamdulillah, Dokcil di SDIT Alkarima ini adalah Peserta Didik yang memenuhi kriteria dan telah dilatih untuk ikut melaksanakan sebagian usaha pemeliharaan dan peningkatan kesehatan terhadap diri sendiri, teman, keluarga dan lingkungannya. Mudah-mudahan dengan adanya para Dokter Cilik ini bisa menjadi contoh teladan dalam menjaga kebersihan sekolah terutama merubah menjadi berperilaku hidup bersih dan sehat.

Peserta Dokter Cilik adalah terdiri dari Siswa kelas 4 dan 5 SDIT Alkarima Kubu Raya yang telah dipillih oleh TIM Unit Kesehatan Sekolah (UKS) sekolah.

Mengenal Profil Pelajar Pancasila dan Kurikulum Merdeka

Mengenal Profil Pelajar Pancasila dan Kurikulum Merdeka

P5 SDIT AL KARIMA

Mengenal Profil Pelajar Pancasila dan Kurikulum Merdeka

by: Ummu Hanin Mischary

Bismillahirahmanirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Ummi & Abi,

Apakah Ummi & Abi sering mendengar istilah Kurikulum Merdeka, Merdeka Belajar, dan Profil Pelajar Pancasila dalam beberapa waktu terakhir ini? Tahukan Ummi & Abi elemen seperti apa saja yang merupakan perwujudan dari Profil Pelajar Pancasila? Dan apa yang akan dilakukan anak-anak kita dalam program ini? Serta apakah efektif dalam membantu proses belajar anak?

Pengertian Profil Pelajar Pancasila

Profil Pelajar Pancasila merupakan sebuah perwujudan karakter yang akan menjadi target dalam program Merdeka Belajar. Di mana Merdeka Belajar sendiri merupakan upaya pemerinth dalam mendukung sistem belajar anak agar lebih efektif dan efisien. Anak tidak perlu berkutat terlalu lama dengan teori, melainkan langsung pada projek-projek kasus yang sedang mereka pelajari.

Beberapa waktu yang lalu, SDIT Al-Karima Kubu Raya sebagai Sekolah Penggerak yang ditunjuk oleh Pemerintah, telah melangsungkan kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Kegiatan tersebut berlangsung dengan sangat menyenangkan dan penuh manfaat.

Salah satu kegiatannya adalah membuat Ecobricks dengan menggunakan botol air mineral bekas dengan sampah-sampah kering seperti kertas dan plastik yang tidak terpakai. Anak-anak diajak untuk berkreasi dan dibebaskan dari pembelajaran dengan buku dan teori.

Menyenangkan bukan kedengarannya? Benar! Kurikulum Merdeka telah mengajak semua kalangan mulai dari anak, guru, hingga orang tua untuk turut andil dan berpartisipasi dalam pembelajaran anak. Oleh karena itu, kita sebagai orang tua juga diharuskan memahami esensi dari Kurikulum Merdeka, Program Merdeka Belajar dan tujuan yang ingin dicapai yaitu menciptakan Profil Pelajar Pancasila.

 

6 Elemen Profil Pelajar Pancasila

  1. Beriman dan Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia.

Memiliki anak yang sholeh dan sholeha, taat pada Allah, berakhlak baik dan mulia tentu adalah impian setiap orang tua. Begitu pula tujuan yang diharapkan dalam program merdeka belajar ini.

Merdeka belajar bukan berarti anak benar-benar dibebaskan dari proses belajar. Namun, dengan merdeka belajar anak diajak untuk mempelajari segala sesuatu sesuai dengan minat, bakat dan karakter mereka. Tentu saja dengan bimbingan serta arahan dari orang tua dan guru. Termasuklah dalam pendidikan agama dan akhlak.

Ummi & Abi, serta para guru bisa membantu belajar anak sesuai dengan metode yang mereka senangi. Misalnya, dengan mengajak mereka membaca kisah para Nabi dengan kesan yang seru dan menyenangkan, mengajak mereka beribadah wajib dan sunnah, serta mengajarkan mereka betapa menyenangkannya berbuat kebaikan.

  1. Mandiri

Ummi & Abi, sebagai orang tua tugas kita adalah menyiapkan anak yang mandiri dan mampu memberikan manfaat. Rupanya hal ini juga menjadi target pembelajaran dari Kurikulum Merdeka.

Dengan memberikan kebebasan pada anak untuk mempelajari sesuatu sesuai minat dan bakat mereka, mereka akan belajar untuk mandiri dan memiliki tanggung jawab untuk menangangi projek mereka sendiri.

Misalnya, dalam projek Ecobricks beberapa waktu lalu. Dengan bantuan orang tua, anak-anak mengumpulkan botol dan sampah kering. Kemudian mereka diajak untuk memperkecil ukuran sampah-sampah tersebut agar bisa masuk ke dalam botol. Mereka melakukan hal tersebut secara mandiri dan bertanggung jawab untuk menyelesaikan tiap botol yang mereka punya.

Sampai di sini, mereka tidak hanya belajar untuk mandiri dan bertanggung jawab, namun juga berhasil menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan sekaligus menyenangkan bagi mereka.

  1. Bernalar Kritis

Jika pada metode pembelajaran lama peringkat menentukan keberhasilan anak di sekolah, maka tidak dengan Kurikum Merdeka ini. Dalam Program Merdeka Belajar, semua anak dituntut untuk bernalar kritis dan mampu menanggapi permasalahan yang sedang mereka amati atau pelajari.

Di era global seperti ini, anak-anak diharapkan tidak mudah menerima informasi tanpa sumber yang jelas. Inilah perlunya mencetak anak bernalar kritis.

Tidak hanya mengandalkan logika dan fakta dalam menyelesaikan masalah sehari-hari, anak juga diharapkan mampu mencari kebenaran dari informasi yang diterima.

  1. Berkebhinekaan Global

Kita hidup dalam era globalisasi di mana informasi global dapat keluar dan masuk dengan bebas. Inilah tantangan untuk kita sebagai orang tua serta anak-anak sebagai generasi masa depan.

Mampu berkomunikasi secara interkultural, memahami bahasa dan budaya, berinteraksi dengan sesama hingga memberikan refleksi yang baik mengenai keramah-tamahan Indonesia juga diharapkan menjadi karakter Profil Pelajar Pancasila.

  1. Bergotong Royong

Anak diharapkan memiliki karakter gotong royong dengan suka rela agar segala kegiatan berjalan dengan lancad dan baik. Tidak hanya melatih tanggung jawab dan kebersamaan, gotong royong juga mencipatakn sikap peduli, kemampuan berkolaborasi, serta kebiasaan dalam berbagi.

  1. Kreatif

Nilai kreatif anak dapat di asah dengan banyak hal seperti memadukan warna dalam gambar, menciptakan ide-ide baru dalam sebuah kreatifitas, menuangkan imajinasi mereka dalam bangun ruang seperti bricks atau membuat sesuatu dengan barang bekas.

Dengan diasahnya kreativitas anak, diharapkan anak mampu menyalurkan imajinasi mereka, menuangkan pikiran mereka dan belajar mangambil keputusan dengan bijak. Hal ini akan memberikan pengaruh mengenai bagaimana anak menyelesaikan masalah di kemudian hari.

 

Kurikulum Merdeka Belajar

Dalam Kurikulum Merdeka Belajar ini, anak-anak akan menjadi pusat pembelajaran. Di mana tidak ada lagi pembelajaran dengan teori menumpuk, menghapal materi, dan berbagai metode pembelajaran dengan kesan membosankan lainnya.

Berfokus pada anak, orang tua dan guru harus lebih peka dalam mengamati minat dan bakat anak karena pada kurikulum ini peserta didik akan diberikan ruang untuk mengembangkan potensi sesuai dengan aspek keterampilan, minat, bakat & karakter siswa namun tetap berlandaskan nilai-nilai dan norma Pancasila agar terbentuk Profil Pelajar Pancasila dan mencetak Sumber Daya Manusia yang unggul.

Pembelajaran yang sederhana dan menyenangkan telah menanti anak-anak kita bersama Program ini. Anak-anak memiliki kesempatan belajar menyenangkan sesuai minat, bakat, dan karakternya.

 

Apa yang Bisa Dilakukan Orang Tua untuk Mendukung Program Merdeka Belajar?

Sebagai orang tua, peran kita dalam keberhasilan anak sangat diharapkan. Untuk itu, akan lebih baik jika Ummi & Abi juga turut terlibat dalam Program Merdeka belajar ini. Berikut yang bisa Ummi & Abi lakukan untuk mendukung proses belajar ananda:

  1. Bertanya pada sekolah mengenai kurikulum, memahami pengertian dan tujuan kurikulum merdeka.
  2. Berkonsultasi mengenai kondisi anak selama belajar di sekolah mengenai karakter, sikap, kemampuan dan lainnya. Sehingga orang tua memahami kondisi anak, mengetahui minat, bakat dan sistem belajar berdasarkan kemampuan anak.
  3. Mendukung kegiatan belajar dengan menyiapkan kondisi dan lingkungan yang nyaman dan kondusif untuk belajar agar anak memiliki ruang untuk mengeksplorasi sesuai minat dan bakat mereka.
  4. Memberikan bantuan berupa bimbingan, arahan ketika mereka mendapati kendala dalam proyek yang mereka lakukan. Dengan begitu mereka tidak akan merasa gagal dan putus asa.
  5. Bekerja sama dengan sekolah untuk turut mengetahui dan memahami modul ajar serta alur tujuan pembelajaran yang harus dicapai demi mempermudah tujuan belajar yang akan diraih.

Demikian sekelumit informasi yang penulis ketahui mengenai Profil Pelajar Pancasil serta Program Merdeka Belajar yang sedang ananda jalani. Semoga bermanfaat dan menjadi motivasi bagi Ummi & Abi sekalian.

 

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh.

 

TIPS MEMILIH SEKOLAH TERBAIK UNTUK ANAK

TIPS MEMILIH SEKOLAH TERBAIK UNTUK ANAK

TIPS MEMILIH SEKOLAH TERBAIK UNTUK ANAK

bimbang memili sekolah (liliekriyanto.blogspot.com)
Kapan sebaiknya mulai mencari sekolah untuk anak? Apa pula yang harus diperhatikan dalam memilih sekolah untuk anak? Tak lama lagi, tahun ajaran baru akan datang. ltu berarti, saatnya bagi oran tua untuk kembali berpusing-ria memikirkan dan mencari sekolah bagi anak-anak mereka. Memilih sekolah bagi anak memang gampang-gampang susah. Oran tua harus jeli dan tahu kebutuhan anak. Salah memilih sekolah, bisa berakibat buruk, bahkan berdampak panjang. Ada beberapa faktor terpenting yang harus diperhatikan orang tua dalam memilih sekolah bagi anaknya, yaitu:
1. Kondisi dan kebutuhan anak.
Jika anak mudah sakit, misalnya, sebaiknya pilih sekolah yang lokasinya tidak terlalu jauh dari rumah. Atau, jika anak mempunyai hambatan bicara, sebaiknya jangan pilih sekolah,bilingual yang nantinya justru akan membebani anak.
2. Kemampuan Finansial OrangTua
Memang pendidikan hal yang paling utama dalam menentukan masa depan anak kita. Jika kita member pendidikan yang layak untuk anak kita, maka jangan kuatir tentunya anak kita nanti akan memperoleh output yang baik juga. Tapi seharusnya disesuaikan dengan kondisi financial/penghasilan kita. Tentunya orang tua harus bisa memilihkan sekolah untuk anaknya yang sesuai dengan kondisi finansial kita.
3. Hampir semua sekolah sekarang ini sepertinya menawarkan class trial.
Orang tua sebaiknya memanfaatkan penawaran ini sebaik-baiknya sebagai suatu cara melihat sekolah mana yang disukai anak. Pilih sekolah dimana anak merasa senang dan menikmati aktivitas belajarnya, dengan cara:
AJAK DISKUSI
Seiring bertambahnya usia anak, minat atau kesukaan pada sebuah sekolah juga menentukan, khususnya di tingkat SMP dan SMA, anak sudah punya pilihan sekolah sendiri yang juga patut dipertimbangkan. Bagi anak-anak yang hendak melanjutkan”ke SMP dan SMU, sebaiknya pilihan sekolah mana saja yang akan dituju, dibahas bersama anak. “Di usia ini anak sudah bisa diajak berdiskusi tentang pilihan sekolah, jauh-jauh hari sebelum ujian masuk.”
Bagi yang mau masuk SMP, pembicaraan sekolah yang akan dltuju sebaiknya. sudah dilakukan
sejak awal kelas 6 SD. Jadi, usaha belajar anak lebih fo-kus pada SMP yang menjadi targetnya’ Sementara orangtua tinggal memantau kapan pendaftaran di sekeolah bersangkutan dimulai. Sekarang ini, oran tua memang harus mengikuti aturan liain sekolah yang bersangkutan” Jadi, akan sangat membingungkan jika pemilihan sekolah tidak direncanakan atau tidakditargetkan jauh-jauh hari. Anak juga sedini mungkin sudah harus mulai diajak berdiskusi tentang sekolah pilihannya. “Ajak mereka berdiskusi pada saat mereka siap dan bisa diajak berdiskusi tentang pilihan apapun’.Untuk pilihan sekolah, biasanya mulai pada saat mau masuk SMP kemudian ketika mau masuk SMA.
Tidak tertutup kemungkinan anak juga sudah punya pilihan ketika mau masuk SD, Tapi di usia ini memang orang tua yang lebih dominan menentukan. Di usia SMP dan SMA, anak masih dalam masa remaja dimana mereka juga sedang membentuk jati diri. Nah, keleluasaan menentukan pilihan secara mandiri, termasuk pilihan sekolah, akan sangat menunjang proses ini. “Saya pernah mendapatkan kasus dirnana anak mengalami kegagalan terus-menerus di sekolah sampai kuliah, karena merasa SMP-nya yang dulu adalah pilihan yang salah dan menyalahkan orangtua karena memaksanya bersekolah di sekolah itu Selain contoh di atas, dampak lain yang mudah terlihat adalah anak menjadi kurang bersemangat kesekolah.
Anak juga akan terus-menerus mengeluh tentang sekolahnya, sering murung sepulang sekolah, dan sebagainya. “Prestasi anak pun bisa terganggu. Pada anak kuncinya sebenarnya mudah saja, kok asalkan mereka merasa senang, potensi diri mereka pun akan teraktualisasi dengan optimal,” (kata ahli psikologi dari UI).
SEKOLAH UNGGULAN
Bagaimana dengan sekolah unggulan atau favorit? Kebanyakan orangtua memang menginginkan anak-anak mereka masuk sekolah favorit dengan beragam alasan. Bahkan, meski harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit sekalipun. Padahal, belum tentu sekolah favorit cocok bagi anak. semuanya terpulang pada kondisi dan kebutuhan masing-masing anak. sekolah favorit bisa menjadi negatif jika memang tidak sesuai dengan kondisi, kebutuhan, dan minat anak.
4. Peran Orang Tua dalam mengarahkan Anak ketika memilih sekolah
1) Ketika anak usia 5- 1 3 tahuni jenjang TK sampai SD: pilihkan anak kita di sekolah yang ada perpaduan kurikulum diknas dan nondiknas (agama) karena pada usia ini anak masih membutuhkan arahan dari orang tua, pada usia ini anak masih nuruti hati orangtua.
Tentunya kita sebagai orang tua harus .mampu mengarahkan ke pendidikan yang islami sesuai tuntrinan Rasulullah SAW Karena pada usia ini penanaman konsep pada anak harus benar, apalagi konsep pemahaman tentang agama islam sangat lah penting pada usia ini. sehingga kedepan orang tua tidak kesutitan dan mudah untuk mengarahkan.
2) Ketika anak usia 14-1 6 tahun/ pada jenjang SMP : karena pada Tingkat SD anak kita sudah terbekali aqidah dan agama yang baik tentunya.pada jenjang ini anak akan bisa memilih sendiri sekolah yang terbaik untuk dirinya, arahan dari orangtua masih dibutuhkan tetapi mungkin hanya 7O% nia. Dan tentunya anak tidak akan memilih sekolah yang tidak ada pendidikan agama nya, karena dari usia dini anak sudah mendapat pendidikan agama yang melekat pada dirinya.
3) Ketika anak usia 17-19 tahun/pada jenjang SMA : peran orangtua disini hanya 4O% saja dan orangtua hanya sebagai fasilitator saja. Usia ini adalah usia. remaja pada usia ini adalah usia yang sangat rawan sekali bagi perkembangan anak, iika anak salah memilih sekolah maka akan berakibat fatal bagi masa depan anak’. Tetapi jika orang tua sudah membekali aqidah dan agama dari dini maka jangan kuatir pasti anak pada usia ini akan bisa memilih sekolah yang terbaik untuk dirinya.
4) Ketika anak usia 20 tahun keatas/ pada jeniang Kuliah atau mahasiswa: Peran orang tua disini hanya 10% saja karena usia ini anak sudah dewasa sudah bias menentukan masa depan nya sendiri orangtua hanya sebagai fasilitator saja. Keberhasilan anak ditentukan pada usia atau jenjang pendidikan ini. Jika anak salah memilih tempaat bersekolan maka akan berakibat fatal bagi keberhasilan masa depan nya. Jangan kuatir bagi orang tua anak sudah kenyang dengan pendidikan agama dan punya aqidah agama yang kuat karena padi setiap jenjang di bina aqidah agama tentunya anak akan memilih masa depan nya dengan agama islam yang Kaffah. Terimakasih.
Sumber : Al Mizan /Mei 2010

Semangat Menuntut Ilmu

Semangat Menuntut Ilmu

Masuk Surga Tanpa Hisab
Orang yang masuk surga ada 3 macam, yaitu: Langsung masuk surga tanpa hisab (dihitung kebaikan dan keburukannya), masuk surga setelah dihisab, dan masuk surga setelah diadzab terlebih dahulu di neraka. Tentunya semua orang akan mengidam-idamkan masuk surga tanpa harus masuk neraka. Tapi bagaimana caranya? Mungkin ini adalah pertanyaan yang terlintas di benak setiap orang secara spontan begitu membaca judul ini.
Sempurnakan Tauhid !
Agar masuk surga tanpa hisab, syarat yang harus dipenuhi adalah membersihkan tauhid dari noda-noda syirik, bid’ah, dan maksiat. Alloh berfirman, “Sesungguhnya Ibrohim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Alloh dan hanif (lurus). Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Rabb).” (An Nahl: 120). Dalam ayat ini, Alloh memuji nabi Ibrohim dengan menyebutkan empat sifat, yang apabila keempat sifat ini ada pada diri seorang insan, maka ia berhak mendapatkan balasan yang tertinggi, yaitu masuk surga tanpa hisab dan tanpa adzab.
Mencontoh Para Nabi Dalam Bertauhid
Di dalam Al Qur’an Alloh memberikan uswah (teladan) kepada kita pada dua sosok manusia yaitu Nabi Ibrohim dan Nabi Muhammad ‘alaihimashsholaatu was salaam. Alloh berfirman, “Sesungguhnya telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrohim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka, ‘Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Alloh, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Alloh saja’.” (Al Mumtahanah: 4)
Perhatikanlah, Ibrohim ‘alaihis salam menjadi teladan dengan memurnikan tauhid dengan cara berlepas diri dari kesyirikan. Dalam ayat selanjutnya, Alloh berfirman, “Sesungguhnya pada mereka itu (Ibrohim dan umatnya) ada teladan yang baik bagi kalian (yaitu) bagi orang yang mengharap (pahala) Alloh dan (keselamatan pada) hari kemudian.” (QS. Al Mumtahanah: 6). Tidak diragukan lagi, balasan yang paling besar dan keselamatan yang dimaksud adalah masuk surga tanpa hisab dan tanpa azab. Itulah keselamatan yang hakiki yang dinanti oleh setiap jiwa yang pasti akan merasakan mati.
Alloh juga berfirman tentang Nabi kita Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rosululloh itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Alloh dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Alloh.” (Al Ahzab: 21). Nabi Muhammad adalah orang yang paling paham tentang tauhid, maka orang yang hendak mempraktekkan tauhid dalam dirinya harus mencontoh ajaran beliau. Ya Alloh, masukkanlah kami dalam golongan orang yang mengharap rahmat-Mu dan banyak menyebut-Mu.
Patuh Terhadap Perintah Alloh
Nabi Ibrohim adalah seorang yang sangat patuh kepada Alloh, teguh dalam ketaatannya dan senantiasa berada dalam ketundukannya, apapun keadaannya. Buktinya ketika beliau diuji dengan perintah untuk menyembelih putra kesayangannya, beliau pun tetap patuh melaksanakannya (Qoulul Mufid karya Syaikh Al Utsaimin). Begitu juga keturunannya, pemimpin para Nabi, Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam, hamba Alloh yang paling taat. Alloh berfirman, “(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (adzab) akhirat dan mengharapkan rahmat Rabbnya?” (Az Zumar: 9)
Keluar dari Kegelapan Syirik Menuju Cahaya Tauhid
Ibnul Qoyyim mengatakan, “Hanif adalah menujukan ibadah hanya kepada Alloh (tauhid) dan berpaling dari peribadatan kepada selain-Nya (syirik).” (Fathul Majid). Inilah sifat orang yang akan masuk surga tanpa hisab dan tanpa adzab, yakni betul-betul menjaga kemurnian tauhidnya dengan berpaling sejauh-jauhnya dari kesyirikan dengan segala macam pernak-perniknya. Mujahid berkata, “Nabi Ibrohim adalah seorang imam walaupun beliau beriman seorang diri di tengah kaumnya yang kafir.” (Tafsir Ibnu Katsir, An Nahl: 120). Maksudnya beliau adalah sosok yang selamat dari kesyirikan baik dalam perkataan, perbuatan, maupun keyakinan.” (Al Jadid karya syaikh Al Qor’awi). Maka untuk memurnikan tauhid, kita harus berpaling dari syirik dan pelakunya.
Tawakkal Kepada Alloh, Itu Kuncinya
Mari kita simak sabda Nabi yang paling kita cintai dan sangat mencintai umatnya, Muhammad sholallohu ‘alaihi wa sallam tentang masuk surga tanpa hisab dan tanpa adzab. Beliau bersabda, “Beberapa umat ditampakkan kepadaku, lalu kulihat seorang nabi bersama beberapa orang, ada seorang nabi bersama satu atau dua orang, dan ada seorang nabi yang tidak disertai siapapun. Tiba-tiba ditampakkan kepadaku satu golongan dalam jumlah yang amat banyak, sehingga aku mengira mereka adalah umatku. Maka ada yang memberitahukan kepadaku, ‘Ini adalah Musa dan kaumnya.’ Aku melihat lagi, ternyata di sana ada jumlah yang lebih banyak lagi. Ada yang memberitahukan kepadaku, ‘Itulah umatmu, tujuh puluh ribu orang di antara mereka masuk surga tanpa hisab dan tanpa adzab.’ Kemudian beliau bangkit dan masuk rumah. Maka orang-orang berkumpul bersama orang-orang yang sudah berkumpul. Sebagian mereka mengatakan, ‘Barangkali mereka adalah para sahabat Rosululloh shalAllohu ‘alaihi wa sallam.’ Sebagian yang lain mengatakan, ‘Boleh jadi mereka adalah orang-orang yang dilahirkan dalam Islam dan tidak menyekutukan sesuatu pun beserta Alloh.’ Mereka pun mengatakan banyak hal. Lalu Rosululloh shalAllohu ‘alaihi wa sallam keluar menemui mereka dan mereka memberitahukan kepada beliau. Maka beliau bersabda, ‘Mereka adalah orang-orang yang tidak meminta ruqyah, tidak meminta untuk (berobat dengan cara) disundut dengan api, dan tidak melakukan tathayyur, serta mereka bertawakal kepada Alloh.’ Lalu ‘Ukkasyah bin Mihshon berdiri dan berkata, ‘Berdo’alah kepada Alloh agar Dia menjadikan aku termasuk golongan mereka.’ Beliau bersabda, ‘Engkau termasuk golongan mereka.’ Kemudian ada orang lain berdiri dan berkata, ‘Berdo’alah kepada Alloh agar Dia menjadikan aku termasuk golongan mereka.’ Beliau bersabda, ‘Engkau sudah didahului ‘Ukasyah.’” (HR. Al Bukhori dan Muslim)
Di antara pelajaran paling berharga yang bisa dipetik dari hadits ini adalah bahwa tidak meminta ruqyah, tidak berobat dengan cara disundut dengan besi panas (kayy), dan tidak menganggap akan mengalami kesialan setelah mendengar atau melihat sesuatu (tathoyyur) merupakan wujud dan realisasi dari tawakkal kepada Alloh. Karena itulah Rosululloh menganjurkan kepada umatnya agar tidak melakukan ketiga hal tersebut, karena pengaruh ruqyah dan kayy yang sangat kuat sehingga dikhawatirkan seorang hamba menggantungkan harapan kesembuhannya kepada cara pengobatan tersebut dan bukannya bersandar kepada Alloh. Khusus untuk tathoyyur maka hukumnya tidak diperbolehkan. Kesimpulannya, keadaan orang yang akan masuk surga sangat tergantung dari kadar tawakkal setiap orang, semakin tinggi tingkat tawakkalnya semakin tinggi pula tingkat kesempurnaan tauhidnya. Allohlah tempat kita bersandar dan menyerahkan urusan. Wallohu a’lam.
(Disarikan dari kajian Kitab Tauhid bersama Al Ustadz Abu Isa -hafizhohullah-)
***

Copyright © 2026 SDIT Al-Karima